Rabu, 14 Oktober 2020

Teknologi Pangan dan Ilmu Gizi.

 Teknologi Pangan dan Gizi

Nama : Kristiani Putri

NIM : 1022201014

Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas M.H.Thamrin

Tugas Mata Kuliah Komputer Dasar

Dosen : Irwan Abdullah,S.Kom., MM



    Teknologi pangan adalah suatu disiplin ilmu yang menerapkan ilmu pengetahuan tentang bahan pangan khususnya setelah panen (pasca panen) menggunakan teknologi yang tepat untuk memperoleh manfaat seoptimal mungkin sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pangan tersebut. Dalam teknologi pangan, dipelajari sifat fisik, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Spesialisasinya beragam, di antaranya pemrosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan, dan sebagainya.

    Sejarah teknologi pangan dimulai ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan, sebuah proses yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Namun ketika itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terkait pangan. Aplikasi teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan dimulai oleh Louis Pasteur ketika mencoba untuk mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggur setelah melakukan penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. Selain itu, Pasteur juga menemukan proses yang disebut pasteurisasi, yaitu pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan perubahan sifat dari susu yang minimal.

    Sejarah Teknologi pangan di Indonesia menyangkut beberapa aspek, disamping aspek program pendidikan juga berhubungan erat dengan sejarah perkembangan institusi, bidang IPTEK, SDM (Staff, lulusan), prasarana dan fasilitas, juga menyangkut perkembangan lapangan kerja, industri dan perdagangan produk pangan serta dinamika masyarakat dan trend konsumsi pangan.

    Kebutuhan manusia sealu meningkat baik  primer maupun sekunder yang paling vital di saat sekarang ini, pangan misalnya kebutuhan akan pangan sangat dibutuhkan untuk manusia apalagi dipersempit di Negara Indonesia. Bersinggungan dengan pangan nilai gizi juga mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Pertanian sangat berkaitan penting dalam hal masalah ini, karena jantungnya pangan sudah jelas urusan pertanian. Di era globalisasi, sudah saatnya manusia berinovasi untuk bisa meningkatkan nilai pangan dan Gizi. Jika kita ambil sampel dalam proses pembuatan makanan, maka akan disinggung dengan masalah fermentasi. Teknik fermentasi merupakan aplikasi dari metabolisme sel-sel mikroorganisme untuk mengubah bahan mentah menjadi berbagai macam produk yang bermanfaat. Teknik fermentasi merupakan teknik penting dalam proses bioteknologi tradisional dan modern. Teknik fermentasi tradisional menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan berbagai produk makanan seperti keju, yoghurt, kecap, tempe, roti, dan sake.
Fermentasi yang menghasilkan tekstur seperti pada substrat sereal, biji-bijian, ataupun kacang-kacangan, karena pembentukan miselium kapang yang berfungsi sebagai pengikat antar butir-butir serealia, biji-bijian ataupun kacang-kacangan. Contoh produknya tempe dan oncom. Tempe dibuat dari kedelai dengan bantuan kapang Rhizopus (ragi tempe), sementara oncom dibuat dari ampas tahu (oncom merah) dan bungkil kacang tanah (oncom hitam) menggunakan kapang Neurospora sitophila dan Rhizopus oligosporus. Perbedaan warna pada oncom merah dan hitam disebabkan oleh perbedaan pigmen yang dihasilkan oleh kapang yang digunakan dalam fermentasi. Tempe umum dijumpai di daerah Jawa bahkan juga diberbagai daerah di luar Jawa, sementara oncom populer terutama hanya di daerah Jawa Barat.
Ada mitos yang mengatakan, bahwa kedelai yang diproses, nilai gizinya akan turun. Ternyata, menurut Nurfi Afriansyah, M.Sc. Ahli Gizi & Peneliti Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Litbangkes Kemenkes, gizi yang terkandung dalam kedelai setelah pengolahan, kadarnya bisa tetap atau sedikit berkurang. Tapi, khasiat dan nilai gizi (berhubungan dengan daya cerna dalam tubuh) akan makin meningkat. Selama pengolahan (dengan panas), zat antigizi (misal antitripsin) dapat rusak sehingga meningkatkan daya cerna (zat gizi menjadi lebih mudah dicerna dan diserap) bagi protein dan lainnya. Selain itu, senyawa fitoestrogen (isoflavon) dalam kedelai dapat dibebaskan dan mudah untuk diserap usus halus.
Untuk pengawet, mungkin terlintas dipikiran kita hal tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan itu jika kita ambil kesimpulan dari setiap pembuatan tahu, tempe, bakso dan lain-lain menggunakan bahan berbahaya yaitu pengawet formalin untuk mayat. Dan itu yang membuat kekhawatiran masyarakat akan bahayanya pengawet tersebut. Tapi lain halnya jika pengawetan makananan dengan cari keilmuan. Contoh Pengawetan secara kimiawi dilaksanakan dengan penambahan bahan kimia seperti gula, asam, dan garam pada bahan yang diawetkan, ataupun dengan mengekpose produk yang akan diawetkan pada bahan kimia seperti halnya pada proses pengasapan. Kemudian pengawetan secara biologis melibatkan proses fermentasi, baik fermentasi asam atau fermentasi alkohol yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya.
Dan yang terakhir pengawetan secara fisik Merupakan metoda pengawetan yang melibatkan pendekatan fisik, antara lain dengan penambahan sejumlah energi seperti pada proses pemanasan dan radiasi; dengan penurunan suhu terkendali seperti pada proses pendinginan dan pembekuan; dengan mengatur kandungan air bahan yang akan diawetkan seperti pada proses pemekatan, pengeringan, atau pengeringan beku dan dengan penggunaan kemasan pelindung . Pengawetan secara fisik mematikan mikroorganisme yang ada pada bahan pangan dengan cara pemanasan disertai dengan pengemasan yang mencegah terjadinya re-kontaminasi, atau dengan cara pengeringan yaitu pengurangan kadar air produk pangan yang diikuti dengan pengemasan yang mencegah terjadinya re-adsorpsi air. Perlu dicatat bahwa metoda-metoda pengawetan yang dapat berhasil menghentikan pertumbuhan mikroorganisme ini umumnya memberikan konsekuensi yang merugikan mutu sensori dan nilai gizi produk pangan. Sebagai contoh, panas yang digunakan pada proses sterilisasi pada pengalengan akan sangat melunakkan jaringan sel bahan, mengurai chlorophil dan zat-zat antocyanin, menghilangkan flavor dan merusak beberapa vitamin yang terkandung. Sehingga didalam memilih metoda pengawetan yang akan diterapkan selalu berusaha meminimalkan kerugian yang akan didapat dan memaksimumkan kualitas produk yang bisa diraih, contoh proses pengawetan secara fisik yaitu pasteurisasi, sterilisasi, pembekuan, pengentalan dan pengeringan.
            Pada proses pengwetan makanan ada beberapa hal yang dapat menyebabkan mutu makanan itu hilang bahkan terjadi kerusakan pada pangan tersebut, hal itu disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1.     Pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai substrat untuk memproduksi toksin didalam pangan
2.      Katabolisme dan pelayuan (senescence) yaitu proses pemecahan dan pematangan yang dikatalisis enzim indigenus;
3.     Reaksi kimia antar komponen pangan dan/atau bahan-bahan lainnya dalam lingkungan penyimpanan.
4.      Kerusakan fisik oleh faktor lingkungan (kondisi proses maupun penyimpanan) dan
5.      Kontaminasi serangga, parasit dan tikus.

Untuk mengontrol kerusakan kita harus membuat kondisi yang dapat menghambat terjadinya reaksi yang tidak dikehendaki. Secara umum, penyebab utama kerusakan produk susu, daging dan unggas adalah mikroorganisme sementara penyebab utama kerusakan buah dan sayur. Pada tahap awal adalah proses pelayuan (senescence) dan pengeringan (desiccation) yang kemudian diikuti oleh aktivitas mikroorganisme.
Walaupun demikian kewaspadaan kita dalam mengonsumsi makanan untuk kesehatan kita sangat penting bagi kita jadi hendaknya kita dapat memilah dan memilih yang tepat untuk kita konsumsi. Keberadaan makanan tidak layak konsumsi masih ada menjamur dipasar tradisional dan juga pasar swalayan, tanpa kejelian dari pengamatan kita bukan hal yang tidak mungkin kita telah membunuh diri kita sendiri secara peralahan. Upayakan makan-makanan yang tidak cepat saji, bisa jadi makanan tersebut memilki kadar gizi yang sedikit dan memiliki bibit penyakit yang banyak. Jadilah konsumen yang pintar untuk urusan kesehatan.


Selasa, 06 Oktober 2020

Artikel tentang Gizi untuk Anak Usia Dini

 Artikel tentang Gizi untuk Anak Usia Dini

Menyiapkan asupan gizi untuk anak merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orangtua. Karena asupan gizi yang diterima anak akan mempengaruhi proses tumbuh kembang mereka di usia dewasa kelak.

Balita akan sehat jika sejak awal kehidupannya sudah diberi makanan sehat dan seimbang sehingga kualitas SDM yang dihasilkan optimal. Zat gizi dari makanan merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan anak tumbuh kembang optimal sehingga dapat mencapai kesehatan yang paripurna , yaitu sehat fisik, sehat mental, dan sehat sosial. Anak merupakan usia yang rentan terhadap serangan penyakit baik virus maupun bakteri, ada beberapa cara untuk menjaga kebersihan anak agar tidak mudah tertular penyakit dengan memandikan dengan sabun 2 kali sehari, mencuci rambut dengan sampo 3 kali dalam seminggu, mencuci tangannya dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar, buang air kecil, dan setelah bermain. Oleh karena itu, slogan umum bahwa pencegahan adalah upaya terbaik dan lebih efektif-efisien daripada pengobatan, harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada anak. Setiap harinya, anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Asupan kandungan gizi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi yang berguna untuk pertumbuhan otak (intelegensia) dan pertumbuhan fisik. Untuk mengetahui status gizi dan kesehatan anak secara menyeluruh dapat dilihat mulai dari penampilan umum (berat badan dan tinggi badan), tanda-tanda fisik, motorik, fungsional, emosi dan kognisi anak. Berdasarkan pengukuran antropometri, maka anak yang sehat bertambah umur, bertambah berat, dan tinggi dikaitkan dengan kecukupan asupan makronutrien, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, yodium, dan seng. Indonesia memiliki kesepakatan tanda anak sehat bergizi baik yang terdiri dari bertambah umur, bertambah padat, bertambah tinggi.



Artikel tentang Gizi Seimbang

 Artikel tentang Gizi Seimbang

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh yaitu jenis kelamin, umur dan status kesehatan. Pola makan yang tidak bergizi seimbang beresiko menyebabkan kekurangan gizi seperti anemia dan berat badan kurang, dapat pula terjadi gizi berlebih (obesitas) yang dapat beresiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes melitus.

Dalam ilmu gizi dikenal lima macam zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Secara umum fungsi dari  zat-zat makanan adalah:

  • Sumber energi atau tenaga. Jika fungsi ini terganggu, orang menjadi berkurang geraknya atau kurang giat dan merasa cepat lelah.
  • Menyokong pertumbuhan badan, yaitu penambahan sel baru pada sel yang sudah ada.
  • Memelihara jaringan tubuh, mengganti yang rusak atau aus terpakai, seperti mengganti sel yang tampak jelas pada luka tubuh yaitu terjadinya jaringan penutup luka.
  • Mengatur metabolisme dan berbagai keseimbangan dalam cairan tubuh (keseimbangan air, asam basa, dan mineral)
  • Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit sebagai antioksidan dan antibodi lainnya.


Artikel tentang Gizi Seimbang Ibu Hamil

 Artikel tentang Gizi Seimbang Ibu Hamil

GIZI SEIMBANG adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teraturdalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Kebutuhan setiap jenis nutrisi di masa kehamilan tentu berbeda dengan kebutuhan nutrisi saat tidak hamil. Pada masa kehamilan, Anda memerlukan tambahan 300 kalori dari makanan, terutama di trismester kedua dan ketiga. Selain itu, ada juga beberapa mikronutrien yang Anda butuhkan dalam jumlah lebih banyak saat hamil.

Tips Memenuhi Gizi Ibu Hamil

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil, Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini:

  • Ketahui dan penuhi kebutuhan kalori Anda setiap harinya
  • Makan pagi setiap hari. Jika Anda tidak nafsu makan karena mual, perut perih, atau morning sickness. cobalah makan sedikit-sedikit tapi lebih sering.
  • Konsumsilah makanan yang bergizi
  • Makanlah makanan berserat tinggi dan perbanyak asupan cairan dari air putih atau jus buah, serta rajin berolahraga untuk mencegah konstipasi. Konstipasi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut yang bisa membuat Anda tidak nafsu makan.
  • Hindari makanan pedas dan berlemak, terlebih jika Anda menderita penyakit maag
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol,kafein, minuman bersoda, dan ikan dengan kandungan merkuri tinggi.
  • Hindari mengonsumsi banyak makanan cepat saji atau junk food yang tinggi kalori, lemak, dan gula.


Artikel tentang Gizi Buruk

 Artikel tentang Gizi Buruk.

Gizi buruk atau yang dikenal sebagai kwashiorkor dalam dunia medis, merupakan salah satu bentuk malnutrisi. Malnutrisi itu sendiri dapat dipahami sebagai kesalahan dalam pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi.

Pada dasarnya kwashiorkor bisa diartikan sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. Padahal protein dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel-sel baru. Selain itu, asupan ini juga turut membantu proses perbaikan sel-sel yang rusak.



Artikel tentang Gizi pada Makanan

Artikel tentang Gizi pada Makanan

   Pengertian Gizi secara umum adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. 

    Makanan sehat adalah makanan yang seharusnya mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh memerlukan berbagai macam nutrisi agar dapat tetap sehat dan pertumbuhan dapat berjalan dengan optimal. Syarat makanan yang sehat (4 sehat 5 sempurna), yaitu bersih, memiliki gizi yang baik dan seimbang. Keseimbangan makanan sehat adalah makanan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.    



      

Video Editing

 Nama : Kristiani Putri Prodi   : S1 Gizi NIM : 1022201014 Universitas MH Thamrin      Pada artikel kali ini saya ingin menjelaskan apa yang...